Jumat, 23 November 2012

Proses Produksi dan Lingkungan Kerja (ILMU ERGONOMI)


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Produksi dan lingkungan kerja merupakan aspek dalam dunia kerja dan juga  suatu unit yang terintegrasi dengan baik. Produksi sendiri merupakan Proses yang diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995). Sedangkan lingkungan kerja sendiri adalah tempat di mana pegawai melakukan aktivitas setiap harinya.Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan pegawai untuk dapat bekerja optimal.Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosional pegawai. Oleh sebab itu lingkungan kerja sangat mempengaruhi produksi, semakin baik suatu lingkungan maka produksipun semakin meningkat.

1.2         Rumusan Masalah
Bagaimana strategi penanggulangan masalah ergonomi kerja ditinjau dari proses oroduksi dan lingkungan kerja ?

1.3         Tujuan
1.3.1        Tujuan Umum
Mengetahui strategi penanggulangan masalah ergonomi kerja ditinjau dari proses oroduksi dan lingkungan kerja.
1.3.2        Tujuan Khusus
1.      Mengetahui pengertian proses kerja
2.      Mengetahui jenis-jenis proses produksi
3.      Mengetahui kelangsungan proses produksi
4.      Mengetahui faktor-faktor produksi
5.      Mengetahui proses operasional produksi
6.      Mengetahui daftar komponen produk
7.      Mengetahui pengertian lingkungan kerja
8.      Mengetahui manfaat lingkungan kerja
9.      Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja.

1.4         Manfaat
1.4.1        Teoritis
Menambah pengetahuan tentang strategi penanggulangan masalah ergonomi kerja ditinjau dari proses oroduksi dan lingkungan kerja.

1.4.2        Praktis
Menambah referensi bagi mahasiswa, intitusi dan tenaga kesehatan tentang penangan masalah ergonomi di tempat kerja.



















BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1         Pengertian Proses Produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).
Produksi adalah kegiatan manusia untuk membuat suatu produk barang maupun jasa. Bila kita mengamati kegiatan produksi, banyak faktor yang berkaitan antara satu dengan yang lain, seperti: bahan baku, peralatan, dan tenaga.
Proses produksi adalah usaha untuk menciptakan atau menambah nilai ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Didalam proses produksi akan terjadi suatu proses perubahan bentuk (transformasi) dari input  yang dimasukkan baik secara fisik maupun non fisik. Proses produksi juga bisa dikatakan sebagai proses transformasi input menjadi output tidak bisa berlangsung sendiriran karena hal tersebut akan mengakibatkan proses produksi menjadi tidak terkendali.

2.2         Jenis-Jenis Proses Produksi
Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi (Ahyari, 2002).
Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu
a.    proses produksi terus-menerus (Continous processes)
Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir.
b.    Proses produksi terputus-putus (Intermettent processes)
Proses produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah (Ahyari, 2002).

Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti:
1.      Volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan.
2.      Kualitas produk yang diisyaratkan.
3.      Peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses.
Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi. Macam tipe proses produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut (Yamit, 2002):
a.       Proses produksi terus-menerus
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses. Pada umumnya industri yang cocok dengan tipe ini adalah yang memiliki karakteristik yaitu output direncanakan dalam jumlah besar, variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah dan produk bersifat standar.
b.      Proses produksi terputus-putus
Produk diproses dalam kumpulan produk bukan atas dasar aliran terus-menerus dalam proses produk ini. Perusahaan yang menggunakan tipe ini biasanya terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau menunggu untuk diproses, sehingga lebih banyak memerlukan persediaan barang dalam proses.
c.       Proses produksi campuran
Proses produksi ini merupakan penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus. Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh.


2.3         Kelangsungan Proses Produksi
Didalam proses produksi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu komposisi input yang bagaimana yang harus digunakan sehingga bagaimana proses produksi berlangsung agar tingkat produksi maksimal dan komposisi input yang bagaiman yang harus digunakan sehingga bagaimana proses produksi dilaksanakan agar biaya produksi serendah mungkin.
Berikut adalah skema bagaimana proses produksi berlangsung:
INPUT
·         SDA
·         SDM
·         MODAL
·         \
·          
Output
·         Barang
·         Jasa
Proses Produksi

 







2.4         Faktor-Faktor Produksi
Dalam proses produksi terdapat 2 faktor, yaitu
2.5.1   Faktor produksi adalah faktor produksi yang tidak dapat diperbarui dan sudah tersedia.
1.      Faktor produksi alam meliputi kekayaan tanah dan keadaan iklim, kekayaan hutan, kekayaan di bawah tanah (pertambangan), dan kekayaan air yang digunakan sebagai sumber tenaga penggerak, pengangkutan, perikanan, dll.
2.      Faktor produksi tenaga kerja yaitu semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja entah untuk kepentingan sendiri, untuk anggota keluarga tanpa mementingkan upah ataupun yang bekerja untuk upah atau gaji. Berdasarkan umur tenaga kerja dibagi menjadi 3, yaitu penduduk dibawah usia kerja (dibawah 15 tahun), umur 15-64 tahun dan pekerja yang umurnya sudah melebihi 65 tahun.

2.5.2   Faktor produksi turunan adalah hasil penggabungan dari faktor produksi asli yang merupakan perkembangan kebudayaan dan pengetahuan manusia.
1.      Modal adalah barang-barang yang dihasilkan untuk dipergunakan selanjutnya dalam produksi barang-barang lain. Barang-barang modal terutama yang sengat berguna dalam proses produksi. Peralatan modal meliputi mesin-mesin, alat-alat besar, gedung-gedung, dll.
2.      Pengusaha adalah seorang yang memimpin usaha-usaha yang bersangkutan, mengatur organisasinya dan menaikkan mutu tenaga kerja untuk memprgunakan unsur-unsur alam dan modal dengan sebaik-baiknya.

2.5         Peta Proses Operasional Produksi
Peta proses operasional produksi merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan didikenakan pada bahan baku, yakni urutan-urutan operasi dan pemeriksaan dari awal sampai dengan menjadi produk utuh ataupun sebagai komponen. Peta ini memuat informasi-informasi untuk analisis lebih lanjut, seperti waktu yang dihabiskan, material yang digunakan, dan tempat atau alat/ mesin yang akan dipakai.
Dalam Peta kerja terdapat empat lambang yang merupakan hasil dari pengembangan dan penyederhanaan yang pernah dilakukan oleh Gilberth. Lambang-lambang tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1.             Gambar Kerja Operasi =  Operasi
Operasi termasuk kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu mesin atau stasiun kerja. Beberapa contoh penggunaan kegiatan operasi misalnya Pemotongan dan perakitan.
2.             Gambar Kerja Pemeriksaan  =  Pemeriksaan
Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Beberapa contoh penggunaan kegiatan pemeriksaan misalnya pengukuran dimensi kerja dan memeriksa warna benda.
3.             Gambar Kerja Transportasi = Transportasi
Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila benda kerja, pekerjaan, atau perlengkapan mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi. Beberapa contoh penggunaan kegiatan pemeriksaan misalnya Suatu objek dipindahkan dari satu ke meja lainnya.
4.             Gambar Kerja Menunggu =  Menunggu
Proses menunggu terjadi bila benda kerja, pekerja, atau perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa-apa selain menunggu. Kejadian ini menunjukkan bahwa suatu objek ditinggalkan untuk sementara tanpa pencacatan sampai diperlukan kembali. Beberapa contoh penggunaan kegiatan menunggu misalnya Peti menunggu untuk dibongkar.
5.             Gambar Kerja Penyimpanan = Penyimpanan
Proses penyimpanan terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali, biasanya memerlukan suatu prosedur perizinan tertentu. Beberapa contoh penggunaan kegiatan penyimpanan misalnya Bahan baku disimpan dalam gedung.
6.             Gambar Kerja Aktifitas Gabungan  = Aktivitas Gabungan
Kegiatan ini terjadi apabila antara aktivitas operasi dan pemeriksaan dilakukan bersamaan atau dilakukan pada suatu tempat kerja.

2.6         Daftar Komponen Produk
Daftar komponen produk  merupakan daftar dari semua material, bagian, dan sub- bagian, serta jumlah dari masing-masing yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit barang  Daftar ini  merupakan arsip yang menentukan penggabungan secara jelas, Daftar ini dilengkapi informasi untuk setiap komponen yang meliputi :
1.       Jenis komponen
2.      Jumlah yang dibutuhkan
3.      Ukuran material
4.      Tingkat penyusutan.

2.7         Pengertian Lingkungan kerja
Lingkungan kerja adalah tempat di mana pegawai melakukan aktivitas setiap harinya. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan pegawai untuk dapat bekerja optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosional pegawai. Jika pegawai menyenangi lingkungan kerja di mana dia bekerja, maka pegawai tersebut akan betah di tempat kerjanya, melakukan aktivitasnya sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif. Produktivitas akan tinggi dan otomatis prestasi kerja pegawai juga tinggi. Lingkungan kerja itu mencakup hubungan kerja antara bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja.

2.8         Manfaat Lingkungan Kerja
Manfaat lingkungan kerja adalah menciptakan gairah kerja, sehingga produktivitas kerja meningkat.Sementara itu, manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang-orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat.Artinya pekerjaan diselesaikan sesuai standar yang benar dan dalam skala waktu yang ditentukan. Kinerjanya akan dipantau oleh individu yang bersangkutan dan tidak akan membutuhkan terlalu banyak pengawasan serta semangat juangnya akan tinggi (Arep, 2003).

2.9         Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja
Setiap orang memerlukan 5 kebutuhan yang telah dikemukakan oleh Maslow sebagaimana diuraikan di atas sebagai sumber lingkungan kerja dalam rangka meningkatkan semangant kerjanya. Namun, yang paling penting bagi seseorang adalah lingkungan kerjanya, dimulai dari dala dirinya sendiri sesuai dengan pendapat Terry dalam Hasibuan (2001), bahwa lingkungan kerja yang paling berhasil pengarahan diri sendiri oleh pekerja yang bersangkutan.
Lingkungan kerja adalah kekuatan yang mendorong semangat yang ada di dalam maupun di luar dirinya baik itu yang berupa reward atau punishment sehingga Herberg dalam  Luthans (2003) menyatakan bahwa manusia terdapat enam faktor pemuas, diantaranya:
1.      Prestasi kerja yang diraih (achievment).
2.      Pengakuan orang lain (recognition).
3.      Tanggung jawab (responbility).
4.      Peluang untuk maju (advancement).
5.      Kepuasan itu sendiri (the work it self).
6.      Pengembangan karir (the possibility of growth).

Sedangkan yang disebut disatifier atau extrinsic lingkungan kerja yang meliputi:
1.      Kondisi kerja
2.      Keamanan dan keselamatan kerja
3.      Status
4.      Prosedur perusahaan
Mutu dari supervise tekhnis dari hubungan antara teman sejawat, atasan, dan bawahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar